Menarik! Berikut Tipe Mentega yang Perlu Kamu Ketahui

Beberapa orang kerap salah mengerti, menganggap margarin dan mentega sama. Walau sebenarnya margarin dan mentega adalah hal yang beda, cuman memang bila dilihat dengan kasat mata, akan susah untuk membedakan kedua bahan ini. Belum lagi ada beberapa tipe mentega yang perlu kamu ketahui.

Ketidaksamaan mentega dan margarin ada di bahan baku produk, hingga memunculkan rasa dan wewangian yang lain pada kue atau masakan.

Apakah itu mentega?

1. Bahan Baku Mentega

Mentega adalah lemak padat yang asalnya dari susu yang dikocok. Di saat dikocok, lemak padat susu akan terpisah dengan buttermilk atau sisi cair susu. Bahan landasan susu yang dibuat jadi mentega, umumnya berawal dari sapi.

Tetapi, ada tipe susu dari binatang yang lain dapat dibuat jadi mentega , seperti susu domba, susu kambing dan susu kerbau.

2. Ciri-ciri Fisik Mentega

Mentega yang dalam Bahasa Inggris disebutkan butter, mempunyai ciri-ciri warna kuning pucat. Kadang, ditemui mentega yang warna kuning tua. Warna mentega itu tergantung pada makanan yang dimakan oleh binatang yang susunya dibuat jadi mentega. Kandung lemak pada susu dapat mempengaruhi rasa dan struktur mentega.

3. Tipe Mentega

  • Sweet cream butter

Kamu barangkali sempat mendapati mentega dengan paket tertulis “mentega cream manis/ sweet krim butter”. Cap itu memberikan indikasi tipe mentega itu dibikin dari cream susu yang dipanaskan (pasteurisasi) untuk membunuh bakteri dan menahan pembusukan.

  • Unsalted butter (mentega tawar)

Kecuali tipe sweet krim butter, ada juga tipe mentega yang dibikin dari susu mentah tanpa perlu proses pemanasan, disebutkan unsalted butter.

  • Whipped Butter

Tipe mentega ini dibikin selaku olesan. Tambahan udara pada proses pengerjaan tipe mentega ini, membuat mentega mempunyai stabilitas yang lebih enteng dan tidak begitu padat. Bila dibanding dengan mentega biasa, tipe whipped butter mempunyai kandungan kalori dan lemak semakin sedikit.

Kandung lemak pada mentega jadi salah satunya faktor yang membandingkan tiap merek produk mentega. Karena, kandung lemak itu mempengaruhi rasa dan struktur produk mentega.

Karena berawal dari lemak hewani, makan mentega memiliki kandungan kolesterol dan lemak jemu semakin tinggi dibanding margarin.

Apakah itu margarin?

Margarin adalah produk non-dairy yang dibikin selaku alternatif mentega. Sebelumnya dibikin dari lemak hewan di tahun 1800-an.

Tetapi sekarang margarin dibikin dari kombinasi minyak sayur, air, garam, emulsifier, dan beberapa margarin digabung dengan susu. Karena itu banyak vegan dan vegetarian pilih margarin daripada mentega.

Tidak seluruhnya margarin dibikin sama. Ada bermacam ketidaksamaan antar merek yang tersebar di pasar, oleh karena itu penting untuk membaca cap pada paket margarin.

Tidak seperti mentega, margarin tidak dapat kamu bikin sendiri di dalam rumah.

Seperti mentega, margarin biasa harus juga mempunyai kandungan lemak minimum 80 %. Margarin yang mempunyai persentase lemak semakin sedikit dari itu dipandang “olesan” saja.

Margarin dan “olesan” yang ada di pasar umumnya memiliki kandungan lemak seputar 10-90 %.

Jumlah lemak pada margarin, bergantung dari perbedaan jumlah minyak sayur dan air. Margarin yang punyai kandung lemak lebih rendah, memiliki kandungan air semakin banyak.

Margarin dibuat dari minyak sayur, karena itu margarin tidak memiliki kandungan kolesterol dan lemak jemu sama dalam mentega.

Margarin memiliki persentase lemak tidak jemu ganda dan tidak jemu tunggal yang semakin tinggi dibanding mentega.

Tetapi margarin memiliki kandungan lemak trans, meskipun beberapa merk sudah kurangi atau bahkan juga hilangkan lemak trans ini dari beberapa bahan yang mereka pakai.

Selaku tukarnya, mereka memakai minyak sawit dan biji palem.

Margarin punyai kandung air yang tinggi, beberapa produk yang dibikin memakai margarin akan mempunyai struktur yang lebih halus.

Margarin dan mentega terkadang dapat diganti keduanya, tapi kamu harus berhati-hati saat melakukan.

Pemakaian mentega dan margarin

Pemakaian mentega tawar akan memberi rasa yang lebih kaya pada keik, kue kering, dan pastry.

Kandung lemak yang semakin tinggi pada mentega akan memberi struktur pada roti atau kue yang dipanggang.

Margarin yang memiliki kandungan air semakin banyak dibanding lemaknya, dapat membuat adonan kue kering menebar saat dipanggang dan membuat menjadi lebih gampang gosong.

Margarin umumnya makin lebih halus saat ada pada suhu relatif dingin. Margarin dapat membuat kue kurang halus dan kue kering akan kurang gurih.

Pemakaian mentega pada kue, akan memberi beberapa ketidaksamaan dari tiap produk yang dibuat, yaitu:

  1. Pemakaian mentega akan membuat kue punyai rasa lebih nikmat dan berasa halus.
  2. Ketidaksamaan dalam segi struktur. Mentega akan menetes dalam mulut. Karena itu, kue yang memakai mentega akan terasa lebih halus dalam mulut.

Itu dia beberapa tipe mentega yang bisa kamu coba dirumah ya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kamu!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *