Inilah 3 Jenis Arisan yang Paling Populer di Indonesia

kirim-uang
Kirim Uang

Kamu tentu udah gak asing lagi dengan arisan. Ya, kegiatan silaturahmi ini memang sudah ada sejak zaman orangtua kita masih remaja. Bahkan, bisa dibilang sudah menjadi tradisi turun temurun di negara kita

Tak hanya bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi, arisan juga bisa dijadikan salah satu metode menyimpan uang layaknya seperti menabung.

Seiring berkembangnya zaman yang semakin canggih, arisan tidak hanya dilakukan dengan hanya mengumpulkan uang lagi. Hal lain yang dapat dijadikan arisan adalah berlian. Konon, acara seperti ini dilakoni oleh para selebriti dan sosialita.

Lalu apa saja jenis arisan paling populer di Indonesia dari dulu hingga sekarang? Berikut empat di antaranya.

1. Arisan biasa

Arisan biasa merupakan salah satu jenis arisan yang legendaris di Indonesia. Seperti yang telah disebutkan di atas, sistemnya itu semua peserta harus mengumpulkan di waktu yang telah ditentukan.

Setelah itu, pada tanggal yang telah disepakati, semua anggota diharapkan untuk berkumpul untuk mengocok arisan. Dalam kocokan tersebut terdapat seluruh nama peserta. Nama yang keluar, maka ia yang akan mendapatkan seluruh uang. Begitu seterusnya.

2. Arisan RT/keluarga

Sistem kerja jenis arisan RT atau keluarga sama saja dengan yang biasa. Yaitu mengumpulkan uang dan dikocok pada periode tertentu yang sudah disepakati.

Namun, jenis arisan ini lebih untuk mempererat tali silaturahmi antar tetangga dan keluarga. Pasalnya, saat waktu mengocok, semua akan berkumpul di salah satu rumah peserta.

Nah, di sana biasanya tidak hanya sekedar mengocok arisan tapi sebagai ajang berkumpul juga. Sang tuan rumah merupakan peserta yang sudah mendapatkan uang pada periode sebelumnya. Tuan rumah juga umumnya akan menyediakan makanan.

Jadi, uang yang didapatkan pun akan habis untuk membeli makanan. Tapi, balik lagi intinya memang untuk mempererat tali silaturahmi.

3. Arisan barang

Setelah itu ada juga jenis arisan barang. Jadi, yang disetorkan ke ketua itu bukan berbentuk uang, tapi barang yang sudah disepakati di awal. Umumnya sih sembako, bisa beras, minyak dan lainnya.

Namun, bukan berarti kamu bisa sembarangan membeli barangnya. Karena umumnya sudah dipatok untuk jenis dan harganya.

Kalau bebas sih tentu aja gak adil. Bisa-bisa ada yang cuma bawa gula pasir setengah kilo sedangkan yang lain ada yang bawa beras 5 liter. Maka dari itu, ketua panitia biasanya akan menentukan nominal harga sembakonya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *