Cara Mempunyai Kulit yang Sehat dan Bercahaya

Kulit adalah organ badan khusus yang berperanan penting membuat perlindungan kita dari perombakan keadaan udara, air, dan fleksibel meredam zat negatif di luar badan. Manfaatnya selaku alat penjaga ketahanan tubuh, menghasilkan vitamin, dan menangani perombakan temperatur lingkungan di sekelilingnya. Seluruh peranan penting itu jadi fakta tiap pribadi mempertahankan kesehatan kulit semasing. Untuk mendapatkan kulit yang sehat, umumnya memakai skincare yang mempunyai bermacam jenis bahan aktif. Nah Sahabat Sehat, harus memerhatikan bahan aktif kosmetik yang pengin dibeli.

Mendapatkan kulit yang sehat dengan mengetahui ciri-cirinya.

Saat sebelum mengulas skincare, kita perlu pahami beberapa elemen sebagai patokan kulit yang sehat:

Kulit yang sehat dari warna kulit

Kulit yang kurang sehat biasanya nampak dari ketidaksamaan warna atau pigmentasi yang menebar di atasnya. Tiada perawatan, kerap kita dapatkan vlek hitam sisa jerawat dan bintik putih berbelang merasa gatal. Ada saatnya nampak warna kusam seperti bengkak, contoh yang banyak diketemukan ialah lingkaran gelap di seputar mata. Kulit yang sehat terlihat lebih ceria dengan warna rata.

Struktur kulit

Kulit yang memiliki masalah akan terasa kasar waktu dipegang, bahkan juga teksturnya dapat berbentuk tonjolan jika disaksikan dari jarak dekat. Permasalahan seperti ini biasanya karena tersisa jerawat, sisa cedera, komedo, kerutan, atau iritasi.

Kelembapan kulit

Kulit yang sehat tentulah lembap, memperlihatkan konsumsi airnya tercukupi. Tingkat kelembapan yang sama penting untuk menahan jerawat dan kulit berminyak, khususnya untuk memproduksi kolagen.

Kesan dan reaksi di kulit

Kulit memiliki masalah akan berasa gatal, bahkan juga memunculkan kesan panas terbakar. Tanda-tanda itu biasanya tampil karena pemakaian produk perawatan atau kosmetik yang begitu keras, tidak pas, dan terlalu berlebih untuk kulit.

Seperti kita kenali, sebagian besar wanita tidak dapat terlepas dari penggunaan kosmetik. Kosmetik ialah senjata paling depan untuk percantik performa, dan untuk maksud kesehatan seperti menangani jerawat, tingkatkan gizi kulit, menahan penuaan, dan peranan yang lain. Oleh karenanya, penyeleksian kosmetik jadi poin utama. Ditambah, banyak tipe yang tersebar di pasar tiada ijin dari Tubuh Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), hingga disangsikan keamanan dan manfaatnya.

Kulit yang sehat karena skincare yang aman

Berikut kita ulas bahan landasan aktif yang selayaknya dipakai selaku kombinasi kosmetik. Dengan formasi yang pas, bahan ini dapat memiara kesehatan kulit dan rambut dari dampak jelek lingkungan, khususnya cahaya matahari. Beberapa bahan aktif yang bisa digunakan untuk kosmetik, diantaranya:

1. Retinol (retinoid)

Senyawa turunan vitamin A ini menolong kulit menghasilkan kolagen. Retinol bisa menyarukan bahkan juga lenyap sisa jerawat. Peranan intinya ialah menolong penggantian sel kulit mati dan mengganti susunan pori bertambah lebih kecil. Tetapi, pemakaian produk yang memiliki kandungan retinol harus dijauhi wanita hamil dan pemakai kosmetik yang memiliki kulit peka, sebab bisa mengakibatkan permukaan kulit jadi kering. Zat ini wajar diketemukan dalam produk perawatan muka malam hari sebab karakternya benar-benar peka pada paparan cahaya matahari serta lebih optimal bekerja waktu badan sedang istirahat

2. Alpha Hydroxy Acids (AHA)

Bahan aktif ini kurangi keriput atau garis lembut, meratakan warna kulit, membenahi susunan kolagen, meluruhkan sel kulit mati, mengobati sisa jerawat, bahkan juga menangani permasalahan pori-pori besar di muka. Pemakaian produk yang memiliki kandungan AHA secara teratur akan membuat kulit seringkali mengelupas. Selaku tukarnya, muka akan terlihat fresh dan tahan lama muda, sebab lahirnya sel kulit baru. Umumnya AHA kerap dihidangkan berbentuk serum muka yang tinggi fokusnya.

3. Hyaluronic Acid

Bahan ini sesungguhnya dibuat alami oleh permukaan kulit manusia. Terletak bermacam, seperti pada susunan bening mata, jaringan ikat sendi, dan sisi kulit yang lain. Faedahnya, diantaranya untuk melembapkan kulit, kurangi keriput di wajah, dan membenahi susunan kulit yang terbakar matahari. Produk kosmetik yang berbasiskan hyaluronic acid dipandang benar-benar aman, resiko alergi atau reaksi yang diakibatkan termasuk benar-benar rendah sebab molekulnya yang ketahan di susunan kulit luar.

4. Asam Salisilat (salycilic acid)

Juga dikenal selaku Beta Hydroxy Acid (BHA), bahan ini dipakai untuk pengobatan cedera, pembersihan jerawat, terhitung menyarukan sisanya. Kandung aktif ini gampang dijumpai pada obat anti jerawat dan pembasmi komedo. Bahan ini baru dapat berperan prima bila kandungnya diukur sekitar 1 – 4 % pada kosmetik. Penggunaan dengan jumlah tinggi malahan mempunyai potensi memacu kekeringan, bahkan juga menghancurkan kulit. Sebaiknya minta opini dan resep dokter saat sebelum menggunakan bahan ini.

5. Niacinamide

Bahan ini adalah wujud lain vitamin B3 untuk menangani permasalahan kulit seperti kerutan, membuat kulit terlihat ceria, dan menahan penuaan muka. Walau kandung niacinamide aman untuk semuanya tipe kulit, Anda perlu mengenali jika ada beberapa macam kulit yang akan bereaksi dan alergi pada bahan ini. Bila pengin coba, Anda mulai bisa yang mengandung yang terendah agar mengenali dan menetapkan batasan pemakaian bahan itu.

Kulit yang sehat dengan mengetahui bahan aktif skincare yang beresiko!

Berkenaan produksinya, kosmetik susah lepas dari kombinasi bahan kimia. Di bawah ini adalah beberapa bahan landasan kosmetik yang tidak boleh untuk badan karena memiliki kandungan zat kimia negatif.

  • Sulingan minyak bumi (petroleum), terkecuali jika semua proses penyulingan tidak hasilkan bahan yang memiliki sifat karsinogenik
  • Polyethylene
  • Butylated hydroxyanisole (BHA)
  • Phthalates
  • Hidrokinon
  • Benzene
  • Bithionol
  • Klorin
  • Kloroform
  • Hidrokarbon
  • Naphthalene

Memiliki kulit yang sehat dengan mengetahui dampak samping skincare

Lalu, apa efek penggunaan zat kimia beresiko itu?

Iritasi

muncul karena kulit berkontak dengan bahan skincare yang memiliki sifat iritan. Kita akan rasakan kesan terbakar, disengat, atau minimal gatal enteng yang dibarengi bintik kemerahan. Struktur kulit juga menjadi kering. Bila alergi berlebihan, seorang bahkan juga dapat kesusahan bernafas, pusing, mual, bahkan juga muntah.

Alergi

muncul karena penggunaan skincare yang berulang-ulang, entahlah itu produk perawatan kulit, produk kosmetik rambut seperti bahan warna, produk dandan muka, dan pengharum.

Jerawat

mempunyai potensi muncul karena penggunaan skincare muka atau perawatan rambut yang memiliki kandungan lanolin, petrolatum, lauril alkohol, asam oleat, dan zat bahan warna 

Hiperpigmentasi

biasanya berlangsung ke orang yang berkulit gelap. Pemicunya ialah zat bahan warna dan zat pengharum.

Kulit yang sehat dengan mengatasi hal diatas.

Ketahui skincare yang mana tidak pas untuk digunakan

Mengevaluasi kosmetik yang mengakibatkan efek. Anda bisa lakukan test tempel di laboratorium. Anda juga dapat mengusahakan usage tes, yakni stop memakai seluruh produk kosmetik yang digunakan sampai reaksi alergi atau iritasinya pulih, selanjutnya memoleskan kosmetik yang kita mencuriga berpengaruh samping, minimal 2-3 kali satu hari sepanjang 4-5 hari. Jika muncul abnormalitas kulit, kita memahami produk yang mana jadi pemicunya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *