Inilah 3 Tujuan Investasi yang Belum Banyak Orang Tahu

uang-elektronik
Uang Elektronik

Banyak orang bertanya mengenai tujuan investasi. Kalau keuntungan semata yang dikejar, bukankah menjalankan usaha pun juga memperoleh untung? Jadi, kenapa mesti berinvestasi?

Sebenarnya, tujuan investasi lebih dari sekadar mencari untung. Berinvestasi menjadi langkah yang sebaiknya diambil kalau pengin meminimalkan risiko yang bisa aja terjadi terhadap kondisi keuangan.

Dengan peran investasi yang memengaruhi kondisi keuangan, berikut ini adalah tujuan-tujuan investasi yang sebaiknya diketahui sebagai pertimbangan. Apa aja tujuan-tujuan tersebut?

1. Mengamankan kekayaan dari inflasi

Hampir semua negara memiliki inflasi dengan besarannya masing-masing. Inflasi menjadi pertanda kalau ekonomi bergerak. Sebab uang terus beredar lewat transaksi-transaksi yang terjadi.

Namun, di sisi lain inflasi menjadi pertanda kalau harga barang beranjak naik. Dalam situasi tersebut, nilai uang perlahan-lahan bisa tergerus. Di sinilah tujuan investasi mengambil peran.

Dengan berinvestasi, orang-orang bisa mengamankan kekayaan mereka dari inflasi. Inilah tujuan investasi bagi para investor. Kalau inflasi dalam setahun rata-rata 3 persen, investasi dengan imbal hasil 3 persen lebih dari cukup buat mengamankan nilai kekayaan dari inflasi.

2. Investasi bertujuan menyediakan dana pensiun buat hari tua nanti

Gak sedikit orang yang belum siap saat tiba waktunya bagi mereka buat pensiun. Mereka merasa gak siap karena dana pensiun yang dimiliki, entah dari perusahaan ataupun BPJS Ketenagakerjaan, dianggap belum cukup buat menjamin hidup setelah gak lagi bekerja.

Seandainya memahami tujuan investasi ini sejak awal bekerja, ketakutan-ketakutan seperti itu gak mungkin menghinggapi pikiran mereka. Banyak dari mereka yang menyesal begitu tahu investasi bisa memberi jaminan di hari tua.

3. Dana pernikahan bisa dipersiapkan dengan berinvestasi

Melaksanakan pernikahan itu sederhana. Asalkan sah secara agama dan hukum, pernikahan itu telah resmi terlaksana. Namun, di Indonesia, menikah ternyata gak segampang itu. Diadakannya pesta pernikahan tampaknya menjadi keharusan.

Mau gak mau dana yang gak sedikit jumlahnya harus dikeluarkan agar pernikahan bisa berlangsung. Wajar aja kalau banyak pasangan yang menunda pernikahan dengan alasan belum siap dari sisi dana buat menggelar pesta pernikahan.

Berinvestasi menjadi solusi buat keluar dari permasalahan kekurangan dana nikah. Imbal hasil atau return rata-rata 15 persen setahun udah lebih dari cukup mempersiapkan pernikahan di usia 28 – 30 tahun kalau investasi dilakukan sejak awal bekerja.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *