5 Fakta Tentang Sampah Plastik yang Harus Anda Ketahui

sampah plastikMasalah satu ini hampir terjadi di seluruh negara dan menjadi perhatian banyak orang. Demi mengurangi penumpukan sampah plastik banyak komunitas hingga masyarakat peduli lingkungan gotong royong. Setiap hari pasti Anda menggunakan plastik untuk kegiatan apa pun. Mungkin Anda bisa menyadari pentingnya mengurangi sampah, dengan beberapa fakta berikut ini.

1. Menghasilkan ratusan ton sampah plastik

Selama 10 tahun terakhir, jumlah ratusan ton sampah terutama yang berbahan plastik tidak bisa di daur ulang. Membuat penumpukan semakin meningkat dan bisa berdampak buruk bagi lingkungan. Hampir sekitar 46 ribu sampah plastik mengapung di setiap samudera, mencapai kedalaman 100 meter. Sumber utama pencemaran laut di Indonesia disebabkan oleh sampah plastik. Di tahun 2015, sebuah penelitian Universitas Georgia mengatakan Indonesia adalah negara kedua terbesar di dunia yang menghasilkan sampah terbanyak ke laut. Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan, sampah dari 100 toko selama 1 tahun menghasilkan 10,95 juta lebar kantong plastik. Perlu dicatat bahwa butuh waktu 450 sampai 1000 tahun agar plastik terurai di lautan. Berdampak buruk bagi habitat laut dan hewan yang bisa saja terjerat atau memakan sampah dari plastik tersebut. Pertumbuhan biota laut akan terhambat dan perlahan menimbulkan kematian.

2. Makanan sebagai penyumbang sampah terbanyak

Bila Anda jeli memperhatikan sampah plastik yang selama ini banyak menumpuk, rata-rata bersumber dari makanan yang Anda konsumsi. Menurut Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, sampah di ibu kota menuju Bantargebang dan Bekasi mencapai 7500 ton/hari. Sampah makanan mencapai 54%, gas metana yang dihasilkan pun sangat kuat. Di dunia masalah sampah dari makanan pun masih belum bisa ditangani dengan sempurna, padahal masih bisa diselamatkan. Membuang satu kilogram daging sapi sama dengan menyia-nyiakan 50.000 liter air yang digunakan untuk memproduksinya.

3. Adanya bencana ledakan terbesar TPA Indonesia

Peringkat kedua yang menyedihkan bagi negara kita mulai dari sampah plastik yang sering digunakan. Semua sampah yang menumpuk bila terkena hujan mengakibatkan gas metana keluar naik dari tumpukan tersebut. Gas tersebut terjebak dan mengumpul karena tidak adanya ventilasi sehingga mengakibatkan timbunan gas bersentuhan dengan udara. Dari situ bisa menimbulkan api disertai ledakan, seperti yang terjadi di TPA Leuwigajah, Bandung pada tahun 2005. Jangan sampai hal seperti ini terulang karena ulah masyarakat kita sendiri.

4. Taman nasional dan gunung di Indonesia darurat sampah

Jika Anda yang menyukai traveler untuk menikmati keindahan alam Indonesia, sadarkah Anda wisata keindahan alam kita sudah darurat sampah? Survey tahun 2015 yang dilakukan oleh KLHK bahwa 8 taman nasional ditemukan 435 ton sampah. Gunung pertama adalah Gunung Rinjani, para pengunjung tidak disiplin dalam membuang sampah. Untuk saat ini, akan ada hukuman dan hadiah terkait sampah di lereng gunung. Pendaki diwajibkan mendata logistik sebelum naik dan menyerahkan sisa logistik ketika turun. Jika tidak sesuai Anda harus membersihkan sekitar lereng.